Gorontalo (ANTARA) - Perum Bulog memastikan stok beras di Wilayah Gorontalo dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Provinsi Gorontalo La Ode Sulaiman di Gorontalo, Senin mengatakan saat ini stok beras yang tersedia mencapai 1.800 ton dan jumlah tersebut terus bertambah seiring penyerapan gabah dari petani.

"Stok beras sangat cukup khususnya di bulan suci Ramadhan, termasuk saat Idul Fitri nanti. Kita pastikan aman hingga enam bulan ke depan," katanya.

Ia mengatakan rata-rata penyerapan gabah mencapai sekitar 15 ton setara beras per hari sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan beras pemerintah di daerah.

Ketersediaan stok tersebut diyakini mampu mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan hingga Idul Fitri serta menjaga stabilitas harga di pasaran.

Dalam rangka stabilisasi harga, Bulog Gorontalo pun rutin melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) apabila terdapat permintaan dari pemerintah daerah.

Selain itu distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan minyak goreng juga dilakukan melalui pengecer di pasar rakyat dan ritel modern guna memastikan pasokan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Untuk harga pembelian gabah, Bulog menetapkan Rp6.500 per kilogram di tingkat petani sebagai bentuk dukungan terhadap produksi dalam negeri.

Selama Ramadhan, komoditas yang menjadi fokus pengendalian selain beras adalah minyak goreng dan gula pasir.

Stok minyak goreng saat ini tercatat sekitar 80 ribu liter di gudang dan terus bertambah melalui pasokan dari pihak produsen.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026