Kota Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo bersama dengan Kementerian Agama (Kemenag) setempat, menerapkan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama Ramadhan di Masjid At Taubah di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Sulistyo Wibowo di Gorontalo, Selasa mengatakan ramadhan menjadi momentum bagi warga binaan untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pidana.
"Saat bulan suci Ramadhan ini ada satu penegasan lebih kuat karena ada kegiatan tarawih dan tadarus," ucap Sulistyo.
Ia menjelaskan selain menjalankan program keagamaan, Lapas Gorontalo juga meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga keamanan ketertiban.
"Namun demikian saya yakin di lapas ini aman dan tertib," ujar dia.
Sulistyo berpesan kepada warga binaan yang menjalankan ibadah puasa untuk melaksanakan dengan penuh rasa bersyukur, bersabar, dan bersuka cita.
Salah seorang penyuluh agama Yunus Naway mengatakan kerja sama pembinaan dengan Lapas Gorontalo, merupakan bentuk tanggung jawab dalam memberikan pembelajaran dalam bentuk pengajian dan pemahaman agama.
"Jadi, kami berupaya di Lapas ini suasananya seperti pondok pesantren," kata Yunus.
Yunus mengatakan meskipun ada kendala, dia bersama penyuluh lainnya terus membina kepada ratusan narapidana Lapas Gorontalo.
"Memang kalau bicara kesulitan, karena ini adalah orang-orang yang sudah tua, jadi dalam belajar itu masih ada kesulitan, tetapi karena ini program kita. Kita dituntut agar ikhlas dan sabar," ujar dia.
Pewarta: Adiwinata SolihinEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026