Gorontalo (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo turut memperkuat pengawasan terhadap stok dan stabilitas harga bahan pangan selama bulan suci Ramadhan, agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y Usira di Gorontalo, Selasa mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah telah menyatukan persepsi dalam menjaga stabilitas harga, salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah di seluruh kecamatan.
Menurutnya pasar murah tersebut digelar di 19 kecamatan di Kabupaten Gorontalo, dengan alokasi kurang lebih 1.000 paket di setiap kecamatan.
“Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan atau inflasi selama Ramadhan,” kata Zulfikar.
Ia mengatakan DPRD memiliki tiga fungsi utama yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang terus dijalankan sesuai tugas dan kewenangan lembaga tersebut.
Dalam konteks ramadhan, kata dia, fungsi pengawasan dilakukan terhadap kondisi harga dan distribusi komoditas seperti beras dan cabai rawit agar tetap stabil.
“Fungsi pengawasan sudah kami lakukan. Mudah-mudahan harga komoditas pangan selama Ramadhan tetap stabil,” katanya.
Ia mengatakan pengendalian ekonomi daerah juga memerlukan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah dan masyarakat.
Terkait kondisi perekonomian saat ini, Zulfikar mengakui adanya tekanan ekonomi yang tidak hanya terjadi di Kabupaten Gorontalo, tetapi juga secara nasional.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat yang saat ini masih berkisar 60 hingga 70 persen.
“Kita harus bersama-sama menggenjot PAD agar ke depan daerah lebih mandiri, meskipun itu memerlukan proses yang panjang,” imbuhnya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.