Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat sebanyak 5.040 mahasiswa yang berasal dari 36 perguruan tinggi telah berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh melalui Program Mahasiswa Berdampak.
Para mahasiswa tersebut diterjunkan melalui 102 proposal yang didanai untuk mendukung pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat terdampak.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek I Ketut Adnyana menegaskan program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi agar semakin kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Mahasiswa dan pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat. Kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan semangat dan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit dari cobaan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan ke depan akan lebih baik melalui pemanfaatan potensi dan teknologi yang ada. Ini adalah bentuk nyata pendidikan tinggi yang berdampak," kata I Ketut Adnyana melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Ketut menyebutkan pelaksanaan program menitikberatkan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, seperti pengembangan agroindustri dan hidroponik.
Selain itu kegiatan pengabdian mencakup penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, penguatan ketahanan pangan, dukungan pendidikan dan kesehatan, hingga rehabilitasi lingkungan.
Ia mengatakan seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat guna memastikan keberlanjutan program.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, lanjutnya, program ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, empati sosial, serta kemampuan pemecahan masalah di lapangan.
Dosen Pembimbing Utama Mahasiswa Berdampak yang juga menjabat sebagai Kepala Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan Supriyanto menyampaikan bahwa program ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak.
"Program ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam pemulihan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan dapat bangkit kembali," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Kampung Dalam Sukriya Sidiqi mengapresiasi kontribusi mahasiswa di wilayahnya. Sebelum program berjalan, kata dia, desa menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya dalam pengelolaan ekonomi produktif dan akses sanitasi yang memadai.
"Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada para mahasiswa yang telah hadir di Kampung Dalam. Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Sukriya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemdiktisaintek: 5.040 mahasiswa terlibat pemulihan pascabencana Aceh
Pewarta: Sean Filo MuhamadEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.