Gorontalo (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Sidiki Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo sukses meraih penghargaan Bintang Tiga dari BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo Tri Mayudin di Gorontalo, Jumat mengatakan rumah sakit di Wilayah pesisir Utara ini, berhasil mengimplementasikan berbagai sistem layanan kesehatan berbasis digital.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen rumah sakit dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan setara bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Mayudin mengatakan penghargaan Bintang Tiga diberikan atas capaian rumah sakit dalam mengintegrasikan sejumlah sistem layanan penting, antara lain integrasi antrean daring atau online, integrasi sistem klaim, serta implementasi Elektronik Surat Eligibilitas Peserta (E-SEP) yang didukung dengan teknologi Finger Print dan aplikasi Frista.

"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada fasilitas kesehatan yang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Integrasi antrean online, sistem klaim, serta implementasi E-SEP menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat dan setara bagi peserta JKN," katanya.

Menurutnya digitalisasi layanan kesehatan juga berperan dalam meningkatkan transparansi dan akurasi data pelayanan kesehatan.

Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, mengurangi waktu tunggu pasien, serta mempermudah koordinasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan.

"Digitalisasi layanan berdampak dalam meningkatkan kepuasan peserta, termasuk peserta JKN yang sedang mengakses layanan di fasilitas kesehatan,” katanya pula.

Direktur RSUD Zainal Umar Sadiki dr Mohammad Adriansyah menyambut baik penghargaan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo.

Ia menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi rumah sakit, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis teknologi. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, mudah dan efisien,” kata Ardiansyah.

Ia menjelaskan penerapan sistem digital di rumah sakit memberikan berbagai manfaat, baik bagi pasien maupun pihak rumah sakit.

Salah satu inovasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah penerapan sistem antrean online.

”Selain itu, integrasi sistem klaim dan implementasi E-SEP berbasis Finger Print dan Frista yang kami terapkan juga membantu meningkatkan akurasi data pelayanan pasien. Dengan sistem tersebut, proses verifikasi peserta menjadi lebih cepat sehingga pelayanan medis dapat segera diberikan kepada pasien,” katanya.

Melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi sistem layanan, transformasi pelayanan kesehatan di era JKN diharapkan dapat terus berkembang sehingga masyarakat dapat merasakan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, cepat dan setara.
 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026