Beirut (ANTARA) - Gerakan Lebanon, Hizbullah, Selasa (10/3) menyatakan telah menggagalkan upaya militer Israel untuk bergerak lebih jauh ke wilayah selatan Lebanon.
“Pada pukul 02.30 waktu setempat atau 00.30 GMT (pukul 07:30 WIB), Selasa, 10 Maret 2026, para pejuang Perlawanan Islam menggagalkan upaya pasukan Israel untuk maju di pinggiran selatan Kota Al-Khiyam, di kawasan penjara,” demikian isi pernyataan tersebut.
Hizbullah menyatakan para pejuang gerakan tersebut berhasil menghajar telak dua buah tank tempur Merkava, dengan salah satunya dilaporkan terbakar.
Menurut kelompok itu, ketika militer Israel berupaya mengevakuasi kedua tank tersebut, para pejuang Hizbullah kembali menyerang tim evakuasi di tengah bentrokan sengit dengan unit pasukan yang bergerak maju.
Sebelumnya pada hari yang sama, Hizbullah juga melaporkan tujuh operasi gabungan tambahan yang menargetkan konsentrasi pasukan dan peralatan militer Israel di sepanjang perbatasan selatan melalui serangan presisi.
Adapun Kantor Berita NNA Lebanon pada Senin (9/3) melaporkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun siap mengelar pembicaraan dengan kepemimpinan Israel untuk mencapai de-eskalasi konflik antar keduanya.
Pernyataan itu disampaikan presiden saat bertemu duta besar Norwegia, Swedia, dan Denmark di Beirut. Presiden memastikan kesiapan penuh Lebanon untuk melanjutkan negosiasi dan membahas masalah keamanan yang diperlukan untuk menghentikan serangan Israel, demikian menurut laporan tersebut.
Aoun juga mengkonfirmasi bahwa dirinya telah menyampaikan sikap Lebanon kepada "sejumlah negara yang berupaya mengakhiri serangan Israel" terhadap Lebanon, lapor NNA.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hizbullah klaim gagalkan upaya militer Israel masuk ke Lebanon selatan
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026