Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menyiapkan anggaran sebesar Rp25,2 miliar untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) di daerah tersebut.
Bupati Sofyan Puhi di Gorontalo, Kamis, mengatakan anggaran tersebut akan diberikan kepada 5.309 penerima yang terdiri atas 4.076 pegawai negeri sipil (PNS), 1.186 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta 45 anggota DPRD Kabupaten Gorontalo.
“Dana dan regulasinya sudah siap. Tinggal menunggu proses administrasi dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menuntaskan seluruh persiapan administratif maupun regulasi yang menjadi dasar penyaluran THR kepada para aparatur. Dengan demikian, proses pencairan tinggal menunggu pengajuan administrasi dari setiap OPD.
Menurut Sofyan, Badan Keuangan Daerah akan memproses pembayaran setelah OPD menyampaikan dokumen administrasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh OPD dapat segera menyelesaikan pengajuan agar penyaluran THR dapat dilakukan tepat waktu.
Menurut dia, percepatan pencairan THR menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu para ASN menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Pemerintah daerah berupaya agar THR dapat segera diterima para ASN sehingga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga menjelang Lebaran,” katanya.
Selain itu, penyaluran THR juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di daerah. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat, aktivitas perdagangan dan usaha kecil menengah diperkirakan ikut mengalami peningkatan.
Pemkab Gorontalo optimistis pencairan THR dapat berlangsung lancar apabila seluruh OPD dapat segera menyelesaikan proses administrasi yang diperlukan. Pemerintah daerah juga memastikan anggaran yang telah disiapkan cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran kepada para penerima.
Pewarta: Adiwinata SolihinEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026