Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengaku optimistis situasi arus mudik aman terkendali menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di daerah itu.
Menurutnya di Gorontalo, Jumat bahwa apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha tahun 2026 yang berlangsung di lapangan upacara Polda Gorontalo, Provinsi Gorontalo, telah menandakan kesiapan tersebut.
Operasi ketupat Otanaha melibatkan seluruh unsur mulai dari Polri, TNI, instansi pemerintahan, serta sejumlah otoritas terkait, dalam mengawal dan mengamankan situasi arus mudik sampai dengan perayaan hari raya Idul Fitri.
"Pengamanan bersama ini merupakan bentuk sinergi yang menunjukkan integritas seluruh personel dari berbagai instansi yang terlibat, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Gorontalo," kata Gusnar.
Oleh sebab itu mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel, yang telah memberikan dedikasi untuk menjaga keamanan daerah.
Selain itu, sebagai Gubernur Gorontalo dirinya juga meminta kepada seluruh personel gabungan untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan diri selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
Untuk menjamin situasi dan kondisi wilayah agar tetap kondusif, warga juga diimbau agar selalu menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.
Khusus untuk pemudik atau pengguna jalan, ia mengimbau agar selalu disiplin dalam lalu lintas, mematuhi peraturan dan diperkenankan segera menghubungi personel yang telah ditempatkan masing-masing wilayah, apabila memerlukan bantuan atau layanan informasi lainnya.
"Kami berharap pelaksanaan kegiatan keagamaan di Gorontalo berjalan lancar, sehingga kegiatan arus mudik, tradisi malam pasang lampu, Idul Fitri, hingga perayaan hari raya ketupat di Gorontalo menjadi momen yang membahagiakan dan penuh berkah," kata Gusnar.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Widodo mengatakan dalam Operasi Ketupat Otanaha tahun ini, melibatkan 2.701 personel gabungan dari berbagai instansi.
Khusus jajaran Polda Gorontalo, tercatat sejumlah 2.045 personel yang ditempatkan di 17 pos pengamanan, tujuh pos pelayanan dan enam pos terpadu.
Ia mengatakan operasi ini adalah bagian dari sinergi Polri dengan unsur terkait lainnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
"Dan apabila ada masyarakat yang ingin mengadukan atau menginformasikan gangguan keamanan dan ketertiban, atau situasi kerawanan lalu lintas, silahkan hubungi nomor telepon layanan 110, agar segera ditindaklanjuti. Layanan itu akan aktif selama 24 jam," imbuhnya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026