Gorontalo (ANTARA) - Momentum bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026, dimanfaatkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menjadi ruang penguatan literasi demokrasi.
Anggota Bawaslu Gorontalo Utara Fadli Bukoting di Gorontalo, Sabtu mengatakan pihaknya menggelar kegiatan tersebut bertema “Mempererat Silaturahmi, Meneguhkan Demokrasi”.
Dihadiri ketua dan anggota Bawaslu setempat, koordinator sekretariat serta jajaran, pihaknya juga menghadirkan perwakilan organisasi kepemudaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Fadli mengatakan kehadiran berbagai elemen kepemudaan tersebut, memperlihatkan komitmen bersama dalam merawat demokrasi secara partisipatif.
Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, 'Ngabuburit Pengawasan' kali ini diisi dengan pemaparan materi oleh dirinya, yang mengulas secara komprehensif tugas-tugas Bawaslu pada masa non-tahapan pemilu.
Fadli mengatakan masa non-tahapan bukanlah masa jeda pengawasan, melainkan periode strategis untuk memastikan pondasi demokrasi tetap terjaga.
“Bawaslu tetap bekerja meskipun tidak berada dalam tahapan pemilu. Salah satu fokus utama kami adalah melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Data pemilih yang akurat menjadi kunci utama terwujudnya pemilu yang berkualitas,” katanya.
Pengawasan terhadap pemutakhiran data partai politik menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas sistem kepartaian.
Menurutnya validitas administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi harus terus dipastikan agar ekosistem demokrasi tetap sehat.
Bawaslu menekankan pentingnya koordinasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pengawasan partisipatif.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, organisasi kepemudaan, serta elemen masyarakat sipil dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya slogan, sebab sangat memerlukan keterlibatan nyata dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kami membuka ruang dialog dan kerja sama seluas-luasnya agar demokrasi di Gorontalo Utara tumbuh dengan kesadaran kolektif,” katanya pula.
Diskusi tersebut berlangsung interaktif, sebagai wadah bertukar gagasan sekaligus mempererat silaturahmi antar-lembaga dan organisasi kepemudaan. Suasana hangat Ramadhan pun menyatu dengan semangat menjaga integritas demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Gorontalo Utara berharap nilai-nilai kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada momentum Ramadhan semata, tetapi berlanjut dalam kolaborasi nyata untuk mengawal demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas di Wilayah pesisir Utara Provinsi Gorontalo tersebut.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026