Selasa, 17 Oktober 2017

Pemerintah diminta sadar sistem drone antisipasi ancaman

id Pemerintah diminta sadar sistem drone antisipasi ancaman
Pemerintah diminta sadar sistem drone antisipasi ancaman
Ilustrasi--Drone. (Reuters)
Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi meminta pemerintah untuk mulai menyadari atau "aware" dengan pentingnya teknologi drone sistem atau pesawat tanpa awak untuk mengantisipasi berbagai ancaman dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Drone di Indonesia sempat populer, karena sempat dibahas oleh Presiden Jokowi sewaktu kampanye 2014 lalu. Indonesia juga sudah memiliki drone militer sebagai alat intai taktis, tetapi saya tidak mengetahui kapan dan bagaimana pemakaian atau operasinya," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, Indonesia sudah mempunyai beberapa drone intai militer Indonesia, yang dimiliki tiga matra TNI seperti di Angkatan Laut ada micro drone A4-1000 yang digunakan pasukan elite.

Selain itu menurut dia ada drone Aerostar TUAV yang beratnya 200 kilogram dengan daya jelajah sampai 200 kilometer milik TNI Angkatan Darat.

"Bila dimaksudkan untuk menjaga perbatasan Filipina dari kemungkinan ISIS, TNI sudah menyiagakan 1 kapal dengan kemampuan deteksi 24 Nautical Mile, dan juga sudah menggelar beberapa operasi pengintaian dari skuadron 5 Makassar," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai TNI sudah mengantisipasi dengan menggelar patroli laut di sepanjang Maluku Utara sampai dengan Sulawesi untuk mencegah masuknya milisi ISIS asal Filipina ke Indonesia.

Dia menilai penjagaan di perbatasan Indonesia-Filipina, termasuk di pelabuhan-pelabuhan bayangan pun diperkuat demi mencegah penyusupan.

"Perbatasan laut Filipina dengan Indonesia yang panjangnya 600 nautical mile, idealnya memang dijaga oleh 7 kapal perang," katanya.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017