Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meminta para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMKM), untuk mengelola bantuan dengan tepat.
"Bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan dengan tepat dan tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, terutama menjelang hari raya Idul Fitri," kata Idah di Gorontalo, Rabu.
Ia mengatakan sangat mendorong para pelaku UMK mengelola bantuan modal usaha secara produktif, guna mendukung pengembangan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pemerintah melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) telah menyalurkan bantuan ekonomi produktif UMK tahap enam belas (XVI).
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1,2 juta yang diperuntukkan sebagai modal usaha.
"Saya mengingatkan agar dana ini tidak digunakan untuk keperluan pribadi. Apalagi menjelang lebaran, jangan dipakai untuk membeli kue, gorden, baju baru, kursi, maupun untuk membayar utang, jangan ya," kata Idah.
Ia juga mengingatkan bahwa bantuan tersebut tidak akan diberikan secara berulang, sehingga para penerima diharapkan benar-benar memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan kapasitas usaha masing-masing.
“Bantuan disalurkan melalui proses verifikasi lapangan oleh Baznas agar tepat sasaran. Oleh karena itu, gunakan sebaik-baiknya untuk pengembangan usaha,” katanya.
Program bantuan ekonomi produktif ini merupakan hasil kerjasama antara Baznas dan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bergiliran kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif, seperti usaha kuliner, warung, jasa menjahit dan berbagai usaha kecil lainnya yang menghasilkan pendapatan.
Pada tahap ini, bantuan disalurkan kepada 200 penerima manfaat, terdiri dari 29 pelaku UMK di Kabupaten Gorontalo, 30 di Kota Gorontalo dan 141 di Kabupaten Bone Bolango.
Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1,2 juta sebagai tambahan modal usaha.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026