Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah selama hari raya keagamaan, sebagai upaya baru menyelesaikan konflik Iran melalui negosiasi.
"Saat kawasan ini memasuki musim hari raya keagamaan, saya pikir semua orang harus tenang dan operasi militer harus dihentikan setidaknya selama beberapa hari untuk memberi kesempatan lain bagi negosiasi," kata Macron menjelang KTT para pemimpin Uni Eropa.
Umat Muslim akan merayakan Idul Fitri pada tanggal 20 Maret, yang menandai berakhirnya puasa yang dilakukan selama bulan suci Ramadan.
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "preemptif" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Macron serukan jeda perang di Timur Tengah saat Idul Fitri
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.