Gorontalo (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, melakukan evaluasi program Sekolah Demokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Gorontalo.
Anggota KPU Republik Indonesia Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, serta Penelitian dan Pengembangan Parsadaan Harahap di Gorontalo, Selasa, turun langsung di daerah tersebut.
Parsadaan tampil sebagai narasumber rapat evaluasi program Sekolah Demokrasi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, yang berlangsung di aula kantor KPU Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut dibuka oleh anggota KPU Provinsi Gorontalo Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Opan Hamsah.
Ia mengapresiasi pelaksanaan program Sekolah Demokrasi yang telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan pemahaman kepemiluan maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia juga menekankan evaluasi ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian yang telah diraih, sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan demi mewujudkan program yang semakin berkualitas, inovatif dan berkelanjutan di masa yang akan datang, khususnya di Gorontalo.
Opan turut didampingi oleh anggota KPU Provinsi Gorontalo Hendrik Imran, Risan Pakaya dan Roy Hamrain.
Selanjutnya, Parsadaan Harahap menyampaikan berbagai hal strategis terkait evaluasi pelaksanaan program Sekolah Demokrasi, termasuk capaian, tantangan, serta peluang pengembangan ke depan.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM di KPU Provinsi Gorontalo yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, responsif terhadap dinamika masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas kepemiluan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pejabat struktural, pejabat fungsional, serta seluruh staf KPU Provinsi Gorontalo.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026