Gorontalo (ANTARA) - Penelitian Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan ekstrak daun mangrove berpotensi mempertahankan kesegaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) selama penyimpanan suhu ruang melalui metode perendaman.

Penelitian berjudul Analisis Mutu Udang Vannamei Selama Perendaman dengan Penggunaan Ekstrak Daun Mangrove (Rhizophora mucronata) ini dilakukan oleh Afidtriadi Ar Tahuru dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo. 

Ekstrak daun mangrove digunakan dalam penelitian tersebut karena mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, steroid, dan fenol hidrokuinon yang bersifat antimikroba alami.

Hasil penelitian menunjukkan perendaman dengan ekstrak mangrove mampu mempertahankan mutu organoleptik udang, meliputi kenampakan, bau, dan tekstur hingga enam jam penyimpanan pada suhu ruang.

Setelah enam jam, kualitas udang mulai mengalami penurunan secara bertahap pada parameter organoleptik yang diamati selama proses penyimpanan.

Dari hasil uji kimia, nilai pH udang mengalami fluktuasi selama penyimpanan, yakni turun hingga 5,6 pada jam ke-3 kemudian naik hingga 6,13 pada jam ke-9, namun masih dalam batas aman udang segar.

Sementara itu, hasil uji mikrobiologi menunjukkan Total Plate Count (TPC) pada seluruh perlakuan masih berada di bawah ambang batas sesuai standar SNI, sehingga ekstrak mangrove dinilai mampu menekan pertumbuhan mikroba.

Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan ekstrak daun mangrove tidak hanya mampu mempertahankan mutu fisik dan kimia udang, tetapi juga berpotensi menjadi alternatif pengawet alami yang lebih aman dibanding bahan sintetis dalam industri perikanan.



Pewarta: Susanti Sako/Lifka Ismail
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026