Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memastikan distribusi obat tepat waktu, dengan memperkuat pemanfaatan sistem informasi kesehatan nasional pada sektor perbekalan kesehatan.
"Sistem terintegrasi itu, guna menjamin ketersediaan obat yang merata dan tepat waktu di fasilitas pelayanan kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Gorontalo, Rabu.
Ia mengatakan, pada pertemuan penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional-Perbekalan Kesehatan yang digelar Kota Gorontalo, dengan melibatkan pemangku kepentingan dari tingkat provinsi hingga puskesmas, bahwa aspek utama dalam pelayanan kesehatan terletak pada kesiapan obat yang tersedia sesuai kebutuhan dan kondisi yang layak digunakan.
“Yang paling penting adalah obat semua tersedia yang dibutuhkan sesuai dengan waktu dibutuhkan dan juga kemasannya ataupun kondisi diharapkan dalam keadaan yang siap," kata Anang.
Oleh karena itu, perencanaan logistik yang sistematis harus diiringi dengan komunikasi yang terbangun secara berkelanjutan antara pengelola program dan petugas di lapangan agar tidak terjadi kekurangan stok.
"Perencanaan agar dilakukan sebaik-baiknya, kemudian untuk pengelola program juga memberikan informasi terkait dengan ketersediaan obat di lapangan agar jangan sampai terjadi kelangkaan/kekurangan," katanya.
Menurutnya, kondisi sumber daya manusia dan fasilitas pendukung di Gorontalo secara umum telah memadai dalam mendukung pengelolaan distribusi perbekalan kesehatan, meskipun masih perlu peningkatan kinerja secara optimal.
“Saya kira tidak ada masalah, sudah sangat baik tinggal dimaksimalkan agar bisa sampai paling bagus 100 persen,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti 190 peserta selama dua hari, terdiri atas 95 peserta yang hadir secara langsung dan 95 peserta secara daring. Mereka berasal dari Dinkes P2KB provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota, serta tenaga farmasi puskesmas.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah mendorong optimalisasi sistem informasi kesehatan sebagai instrumen strategis dalam pengelolaan logistik yang transparan dan terukur, sekaligus menjadi langkah edukatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang adaptif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.