Gorontalo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mulai mengenalkan penggunaan Multiple Micronutrient Supplement (MMS) sebagai pengganti tablet tambah darah (TTD) dalam upaya meningkatkan kualitas penanganan anemia pada ibu hamil.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Gorontalo, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut mengingat pentingnya penyesuaian jenis suplemen berdasarkan kebutuhan gizi ibu hamil.

Menurutnya MMS memiliki kandungan yang lebih lengkap dibandingkan TTD, sehingga penting untuk mulai dikenalkan dalam penggunaannya.

"Isi kandungan MMS adalah vitamin dan mineral, atau ada 14 jenis vitamin dan mineral di dalamnya. Kalau TTD hanya dua, yaitu zat besi dan asam folat," kata Anang.

Peralihan ini didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa anemia tidak hanya disebabkan kekurangan zat besi, melainkan juga kekurangan mikronutrien lainnya.

Oleh karena itu, MMS dinilai lebih komprehensif dalam mendukung kesehatan ibu hamil.

"Ada penelitian di Indonesia, ibu hamil yang mengalami anemia ternyata bukan saja mengalami kekurangan zat besi, tetapi juga vitamin dan mineral," katanya.

Pihaknya juga memastikan kata Anang, distribusi MMS di lapangan berjalan dengan baik tanpa kendala berarti, sehingga tenaga kesehatan diharapkan dapat fokus pada optimalisasi pemanfaatan nya.

"Walaupun saya tahu, kalau MMS sekarang masih lancar tiba di tempat bapak-ibu semua," katanya.

Seiring dengan perubahan tersebut, tenaga kesehatan diminta untuk aktif mengedukasi masyarakat agar tidak ragu beralih dari TTD ke MMS.

Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi suplemen yang diberikan.

"Kita Indonesia mulai mengganti TTD ini dengan MMS. Jadi ibu tidak usah ragu-ragu, kalau perlu malah kita yakinkan," kata Anang pula.

Pendekatan persuasif dinilai penting dalam menghadapi potensi penolakan, terutama dari pasien yang sudah terbiasa menggunakan TTD pada kehamilan sebelumnya.

Dalam kondisi tersebut, tenaga kesehatan perlu memberikan pemahaman secara bertahap agar pasien tetap merasa nyaman.

Melalui kebijakan ini, dinas kesehatan berharap program kesehatan ibu hamil dapat berjalan lebih efektif dan berdampak signifikan dalam menurunkan angka anemia, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026