Moskow (ANTARA) - Uni Eropa mengutuk serangan terhadap pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon baru-baru ini serta menyerukan penyelidikan secara menyeluruh atas insiden tersebut, kata Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa Anouar El Anouni pada Selasa (31/3).
"Kami, Uni Eropa, mengecam serangan yang mengakibatkan kematian pasukan penjaga perdamaian UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon) dan melukai beberapa lainnya. Kami juga mengecam serangan yang menargetkan kontingen Prancis dalam beberapa hari terakhir," kata Anouni dalam konferensi pers Komisi Eropa.
Dia menambahkan bahwa PBB menyerukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik serangan-serangan serius tersebut.
"Serangan-serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan," katanya.
Anouni menegaskan kembali dukungan teguh Uni Eropa untuk UNIFIL dengan merepresentasikan pasukan penjaga perdamaian itu sebagai kekuatan fundamental stabilisasi di Lebanon.
UNIFIL melaporkan kematian seorang tentara Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian UNIFIL pada Minggu (29/3) akibat serangan sebuah proyektil yang menghantam posnya.
Pada Senin (30/3), UNIFIL kembali melaporkan dua anggotanya tewas dalam serangan terhadap kendaraan patroli mereka di daerah Bani Haiyyan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Uni Eropa kutuk serangan ke pasukan PBB di Lebanon
Pewarta: KatrianaEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026