Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut tidak akan ada pengurangan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dampak dari penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
"Kebijakan efisiensi anggaran serta penerapan sistem kerja dari rumah (WFH,) tidak akan berdampak pada pengurangan atau merumahkan tenaga P3K," kata Gusnar di Gorontalo, Jumat.
Menurutnya, pemerintah provinsi perlu menanggapi kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat dan kalangan aparatur.
Ia menjelaskan efisiensi dilakukan pemerintah karena fokus pada optimalisasi anggaran yang bersifat operasional, bukan pada pengurangan tenaga kerja.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengorbankan kesejahteraan aparatur, khususnya P3K yang telah melalui proses seleksi resmi dan memiliki peran penting dalam pelayanan publik.
"Sampai saat ini kami belum berpikir ke arah sana,” katanya.
Terkait penerapan WFH, ia menilai kebijakan tersebut semata-mata untuk meningkatkan fleksibilitas kerja dan efisiensi kinerja birokrasi, bukan sebagai sinyal adanya pengurangan pegawai.
Ia memastikan seluruh P3K tetap bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, baik secara daring maupun luring, dengan tetap mengedepankan produktivitas.
Terkait WFH dirinya juga menegaskan pelayanan tetap berjalan dan dikoordinasikan meskipun secara daring atau tidak tatap muka.
Gusnar juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi hak-hak pegawai serta menjaga keberlangsungan tenaga kerja di lingkungan pemerintahan demi pelayanan masyarakat yang optimal.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026