Gorontalo (ANTARA) - Seluruh petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjalani tes narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba).
Pelaksana Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Sudirman di Kota Gorontalo, Senin, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gorontalo.
"Jumlah keseluruhan warga binaan dan petugas yang menjalani pemeriksaan sebanyak 318 orang. Seluruhnya dinyatakan negatif narkoba," kata Sudirman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendeteksi dini serta komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan menggunakan metode acak untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas hasil pemeriksaan.
Setiap peserta yang telah mengikuti registrasi, satu persatu menjalani pemeriksaan secara teliti dan transparan, sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
Pelaksanaan tes narkoba tersebut juga merupakan wujud dan langkah nyata Lapas Kelas IIA Gorontalo dalam mendukung program pemasyarakatan bersih dari narkoba (Bersinar).
"Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 62, sekaligus upaya preventif untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman, sehat, serta bebas dari narkoba," katanya.
Kepala BNN Kota Gorontalo Fikri Sjafri mengapresiasi pihak Lapas yang telah bersedia menggelar kegiatan itu, sebagai upaya mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Gorontalo.
Ia mengatakan hasil negatif yang diperoleh secara menyeluruh dalam kegiatan itu, juga dapat dijadikan indikator kuat bahwa upaya pencegahan dan pengawasan di Lapas Kelas IIA Gorontalo berjalan dengan baik.
"Kami menghargai dan menilai positif langkah proaktif Lapas Kelas IIA Gorontalo. Tentu ini menunjukkan sinergi yang baik dalam upaya mewujudkan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba. Kami berharap komitmen itu terus dijaga dan ditingkatkan," imbuhnya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026