Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo membangun infrastruktur jalan untuk membuka wilayah terisolir demi pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone Bolango Iwan Mustafa di Gorontalo, Kamis, mengatakan salah satunya yaitu mengupayakan percepatan pembangunan jalan dari dan menuju Kecamatan Pinogu.

"Sekarang rencana pembangunan ruas jalan Tulabolo-Pinogu, telah memasuki tahap perumusan dan pemenuhan kelengkapan dokumen dengan melibatkan semua pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi," kata Iwan.

Jalan tersebut memiliki panjang 54 kilometer dan lebar dua meter, dengan kondisi medan yang hanya dapat dilalui oleh sepeda motor khusus atau yang telah dimodifikasi.

Selain itu, jalan Tulabolo-Pinogu merupakan satu-satunya akses penghubung dan penunjang kelangsungan hidup masyarakat di wilayah paling Timur Provinsi Gorontalo.

Jalan tersebut membentang dan termasuk dalam kawasan hutan lindung Bogani Nani Wartabone, sehingga untuk pembangunannya memerlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Saat ini pemerintah dan unsur terkait telah menyepakati pembangunan jalan tersebut dan menambah lebar jalan menjadi 5 meter, yang selanjutnya akan direkomendasikan ke pihak Kementerian Kehutanan.

Ia mengatakan jika dilihat dari progres yang berjalan, serta adanya kolaborasi lintas sektor yang terjalin dengan baik, diperkirakan pemenuhan dokumen pembangunan ruas jalan Tulabolo-Pinogu, bisa selesai akhir tahun 2026.

Jika segala bentuk dokumen yang direkomendasikan telah disetujui oleh kementerian, maka pemerintah daerah dan instansi terkait yang terlibat dalam pembangunan jalan tersebut, dipastikan sudah bisa melaksanakan pekerjaan.

"Kami berkomitmen memprioritaskan wilayah-wilayah terisolir agar pembangunan di daerah ini dapat merata. Ini pun menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Kami berharap semua pihak termasuk masyarakat dapat bersinergi dalam membangun Bone Bolango," imbuhnya.

 



Pewarta: Susanti Sako/Zulkifli Polimengo
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026