Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mulai menerapkan dialog kinerja dengan seluruh aparatur di lingkungan pemerintah provinsi setempat.
Gusnar di Gorontalo, Senin mengatakan keinginan tersebut diwujudkan dengan menggelar dialog kinerja diawali di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan dihadiri oleh semua pegawai di instansi tersebut.
Dia mengatakan dialog kinerja semacam ini akan dilakukan bergilir di semua perangkat daerah untuk menyamakan persepsi mulai dari level gubernur, pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pengawas hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan alih daya atau outsourcing.
“Penyamaan persepsi itu terdengar sederhana, tapi justru perbedaan itu kalau tidak kita samakan maka di implementasi menjadi bias, sehingga apa yang ada dipikirkan, diucapkan dan dipersepsikan oleh gubernur maka sampai di bawah harus sama,” kata Gusnar.
Beberapa poin yang menjadi arahannya, yakni tentang bekerja cepat. Dia meminta pegawainya tidak menunda pekerjaan, tetapi menyusun program prioritas dan dijalankan dengan baik.
“Contoh kita mau melaksanakan Pekan Nasional Petani dan Nelayan XIII. Kita sudah menyampaikan semua mobil operasional pasang stiker. Saya tanya ibu Kadis Kominfo, katanya sudah memasang pak. yang lain bagaimana? belum tau”," ujar Gusnar.
“Bagaimana ketika ditanya belum siap? Saya pasti bisa menduga jawaban Anda semua adalah sudah pak, sementara, baru mau akan. Bayangkan masih jauh sekali itu (terwujud),” katanya lagi.
Selain bekerja cepat, menurut gubernur, inisiatif kerja perlu dibangun pada semua level pegawai, mulai level atas hingga level bawah untuk memberikan pikiran pembanding agar organisasi berjalan dinamis.
Usai memberikan pengantar kepada aparatur, dibuka ruang dialog. Beberapa aspirasi pegawai mengemuka, salah satunya menyangkut jam kerja pegawai.
Kantor BKPSDM yang berada di daerah Bone Bolango dinilai cukup jauh diakses oleh pegawai di kota dan Kabupaten Gorontalo, sehingga jam kerja mulai 07.30 WITA diharapkan bisa fleksibel.
Jam datang yang terlambat diharapkan bisa diganti dengan jam pulang kantor yang lebih lama.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026