Gorontalo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo resmi menggelar Pertemuan Penyiapan Data dan Penyusunan Rencana Kebutuhan Tenaga atau Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan guna memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah tersebut, Sabtu.
Agenda strategis yang berlangsung selama empat hari di Hotel Aston Gorontalo ini bertujuan memastikan validitas data ketenagakerjaan sebagai fondasi utama perencanaan tenaga medis yang efisien dan efektif.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menekankan bahwa data yang akurat dan selalu diperbarui merupakan kunci dalam menjawab tantangan kebutuhan tenaga kesehatan di masa depan. "Data yang valid, data yang ter-update sangat penting buat kita dalam menyusun perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan," kata Anang Otoluwa Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Narasumber istimewa, dr. Takdir, yang merupakan Direktur Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Hasanuddin (Unhas), hadir memaparkan model digitalisasi data medis. Pihak Dinkes berharap sistem digitalisasi ini dapat memberikan dampak signifikan pada efisiensi pemenuhan tenaga ahli. "Apa dampak dari adanya sistem digitalisasi tenaga kesehatan, agar ketika kita merencanakan kebutuhan, kita selalu ter-update dan apa yang kita lakukan mungkin akan lebih efisien," kata Anang
Urgensi perencanaan jangka panjang menjadi poin krusial mengingat durasi pendidikan tenaga medis yang memakan waktu lama. Hal ini dimaksudkan agar pemenuhan SDM tidak dilakukan secara mendadak atau bersifat jangka pendek. "Pendidikan tenaga kesehatan membutuhkan waktu yang lama, terutama dokter spesialis, sehingga pemenuhannya tidak bisa hanya kita batasi dua-tiga tahun atau sampai lima tahun," katanya
Salah satu fokus utama yang disorot adalah pengembangan layanan unggulan di Rumah Sakit Ainun Habibie yang tengah bertransformasi menjadi pusat layanan kanker dan mata. Pemerintah daerah mewanti-wanti agar perencanaan tenaga spesialis sudah matang sebelum fasilitas diresmikan. "Jangan sampai umpamanya Pak Menteri Kesehatan sudah ingin meresmikan Rumah Sakit Ainun dengan layanan kanker, tetapi kita sendiri bahkan belum merencanakan tenaga spesialisnya," kata Anang
Penyusunan rencana kebutuhan ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk narasumber dari BPSDM dan Biro Organisasi untuk memastikan aspek hukum serta manajerial kepegawaian. Seluruh perencana dari tingkat Kabupaten/Kota hingga Puskesmas diminta bersinergi agar tidak terjadi tumpang tindih dokumen. "Jangan sampai rencana kebutuhan dokter ini tidak ada dalam dokumen atau roadmap yang bersifat jangka panjang, sehingga setiap periodisasi kita baru menyusun kembali," tambahnya.
Dengan dibukanya kegiatan ini secara resmi, diharapkan dalam empat hari ke depan akan lahir output berupa dokumen perencanaan SDM kesehatan yang kredibel. Upaya ini menjadi komitmen serius pemerintah daerah agar hasil dari pertemuan tersebut memberikan dampak nyata. "Saya berharap Bapak dan Ibu betul-betul menseriusi kegiatan ini agar hasilnya bermanfaat buat kita di Provinsi Gorontalo," katanya
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026