Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Ekosistem SPPG dalam program MBG harus berdampak nyata baik terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Gusnar di Gorontalo, Rabu.

Ia mengarahkan agar setiap SPPG dapat mengambil komoditas pangan secara langsung dari petani lokal sehingga manfaat program juga dirasakan oleh sektor pertanian.

Menurutnya langkah tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Secara keseluruhan nanti SPPG itu tidak lagi beli di pasar tapi langsung ke petani karena harus diarahkan mengambil hasil dari petani, sehingga manfaat MBG ini semakin melebar,” kata Gusnar.

Ia mengatakan dampak program MBG perlu terus diperluas agar misi peningkatan gizi berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal.

Untuk itu pengawasan terhadap pelaksanaan SPPG diminta terus dilakukan di bawah koordinasi Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo Muljady Mario mengatakan pihaknya tengah menjalankan program dukungan melalui penyaluran bantuan benih sayur kepada sembilan kelompok tani.

Bantuan tersebut tersebar di Kabupaten Boalemo, Gorontalo dan Bone Bolango.

“Tahun ini kami memiliki program untuk mendukung MBG dengan memberikan bantuan benih sayur, sudah ada sembilan kelompok tani yang kami serahkan bibit nya,” kata Muljady.

Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie memaparkan hasil kunjungannya ke SPPG di Cianjur yang dinilai memiliki pengelolaan berbeda.

Ia menyebut penyajian makanan dibuat lebih menarik meski sederhana sehingga dapat meningkatkan minat siswa terhadap program tersebut.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026