Gorontalo (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo mendukung kebijakan pemerintah daerah setempat dalam menghadapi musim kemarau.

Anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara Windra Lagarusu mengatakan hal tersebut, di Gorontalo, Rabu.

Ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang diterbitkan dalam Instruksi Bupati Gorontalo Utara Nomor 180/Bupati/47/ IV/2026 mengenai sembilan ikhtiar menghadapi musim kemarau.

Menurutnya langkah tersebut progresif dan tepat.

"Kebijakan ini pun saya nilai yang pertama di Indonesia. Seorang Kepala Daerah menerbitkan instruksi menghadapi musim kemarau agar kesiapsiagaan seluruh lapisan masyarakat dapat dilakukan sedini mungkin," katanya.

Bupati Thariq Modanggu kata Windra, proaktif mengajak masyarakat untuk lebih siap menghadapi potensi kekeringan, kebakaran, serta berbagai dampak sosial yang sering muncul pada musim kemarau.

Windra menilai sembilan ikhtiar yang disampaikan oleh bupati bukan sekadar imbauan biasa, melainkan panduan nyata bagi masyarakat untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial.

Kesembilan langkah tersebut meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menjaga sumber air bersih, tidak menebang pohon kecuali dalam kondisi darurat, tidak membakar sampah dan rumput, serta berhati-hati menggunakan kompor, kayu bakar dan alat listrik.

Masyarakat juga diajak untuk memperkuat solidaritas sosial melalui gotong royong membantu warga yang kesusahan atau korban bencana, gotong royong membersihkan saluran air, aktif dalam kegiatan mitigasi bencana, serta memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai, tomat dan berbagai jenis sayuran.

Menurut Windra sembilan ikhtiar tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Maqasid Syariah dalam kehidupan masyarakat.

Ia mengatakan menjaga lingkungan, melindungi sumber air, serta memperkuat solidaritas sosial merupakan bagian dari upaya menjaga kehidupan (hifz an-nafs), menjaga harta (hifz al-mal) dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

“Langkah-langkah ini tidak hanya relevan untuk menghadapi musim kemarau, tetapi juga menjadi upaya kolektif menjaga keseimbangan alam dan keselamatan masyarakat. Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip Maqasid Syariah yang menempatkan kemaslahatan umat sebagai tujuan utama,” kata Windra.

Gerakan tersebut sangat penting dalam situasi saat ini, di mana pemerintah daerah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran serta kondisi perekonomian global yang belum stabil.

Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan solidaritas sosial menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan daerah.

Windra berharap instruksi bupati tersebut dapat direspons secara positif oleh seluruh elemen masyarakat di Gorontalo Utara.

Dengan semangat gotong royong dan kesadaran bersama, ia optimistis masyarakat mampu menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan di daerah.


 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026