Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama seluruh ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ahli gizi puskesmas di Kota Gorontalo, Selasa.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang memfokuskan evaluasi dan penguatan pelaksanaan program MBG, khususnya untuk kelompok B3.
Wakil Gubernur mengatakan pelaksanaan program MBG masih memerlukan berbagai perbaikan.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan, mulai dari variasi menu hingga ketepatan porsi sesuai usia dan kebutuhan penerima manfaat.
“Program MBG ini harus benar-benar kita perbaiki, baik dari sisi variasi menu maupun ketepatan takaran sesuai kebutuhan penerima manfaat,” katanya.
Selain itu, peran ahli gizi puskesmas dinilai sangat krusial dalam memastikan keberhasilan program.
Pendataan terhadap kelompok B3 yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, harus dilakukan secara menyeluruh dan akurat, termasuk memastikan makanan tambahan benar-benar dikonsumsi oleh sasaran.
“Kita temukan masih ada makanan tambahan yang tidak diambil atau tidak dikonsumsi. Ini tentu berdampak pada pemenuhan gizi yang tidak optimal,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif Wakil Gubernur selaku Ketua Satgas MBG untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
Menurut dia forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyinergikan data dan informasi antara SPPG dan puskesmas, khususnya terkait data sasaran berbasis by name by address bagi kelompok B3.
Kegiatan evaluasi ini diikuti oleh seluruh ahli gizi SPPG se-Provinsi Gorontalo, petugas gizi puskesmas, penanggung jawab gizi dinas kesehatan kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini juga menghadirkan ahli gizi dari Jakarta sebagai narasumber.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.