Gorontalo (ANTARA) - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo La Ode Sulaiman di Gorontalo, Rabu mengatakan panen lebih awal di daerah itu berdampak menguntungkan petani, sebab dapat melalui masa tanam dua kali.

Menurutnya pergeseran puncak panen padi di Provinsi Gorontalo pada tahun 2026 ini, terjadi lebih awal sehingga memberikan peluang bagi petani untuk melakukan penanaman hingga dua kali dalam setahun.

Ia mengatakan puncak panen tahun ini terjadi pada Februari hingga Maret atau lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya, yang berlangsung Maret hingga April.

Panen yang terjadi lebih cepat, membuat sebagian petani masih memiliki waktu untuk kembali melakukan penanaman setelah masa panen selesai.

Kondisi ini merupakan musim rendengan atau panen pertama yang terjadi pada awal tahun di daerah itu.

Gorontalo umumnya memiliki dua musim panen dalam setahun, dimana musim kedua berlangsung pada bulan September hingga Oktober.

"Dengan adanya percepatan panen, petani yang selesai pada Maret dapat segera mengolah lahan untuk musim tanam berikutnya," katanya. 

Selain itu, kondisi cuaca di Gorontalo masih relatif mendukung karena curah hujan masih terjadi cukup tinggi di beberapa wilayah.

Hal ini berbeda dengan prediksi pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya memprakirakan potensi musim kemarau berkepanjangan di sejumlah daerah.

Khusus di wilayah Kabupaten Gorontalo, tanaman padi bahkan sudah berumur dua hingga tiga minggu yang menandakan musim tanam kedua telah dimulai.

Petani berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar produktivitas pertanian tetap meningkat dan berkelanjutan.

"Bulog tentu sangat mendukung harapan tersebut, disertai edukasi bagi petani untuk mempertahankan kualitas produksi gabah," katanya.


 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026