Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan opsi terkait pengajuan seni ukir pada UNESCO agar bisa diakui sebagai warisan budaya tak benda (WBTB).

 

"Kita sedang memproses arena memang pendaftaran atau inkripsi di UNESCO untuk single nomination itu satu negara hanya dua tahun sekali. Kita akan cari jalan mungkin tadi pendekatannya melalui safe guarding," kata Fadli saat sesi wawancara cegat di Jakarta, Rabu.

 

Ia menambahkan bahwa pendekatan safe guarding melalui pelestarian, pemeliharaan warisan budaya menjadi opsi yang diharapkan mampu mempercepat proses pendaftaran seni ukir agar diakui UNESCO. Sebab bila pendaftaran dilakukan melalui nominasi tunggal atau single nomination hanya bisa didaftarkan dua tahun sekali.

 

Opsi lain yang memungkinkan adalah nominasi gabungan atau joint nomination dengan negara-negara lain yang memiliki seni ukir atau memiliki kemiripan.

 

"Kalau untuk extension kita juga jajaki mungkin juga bisa kerja sama dengan negara-negara yang mempunyai kemiripan atau kesamaan tradisi dalam memelihara dan melestarikan seni ukir," katanya.

 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berupaya memperjuangkan karya seni ukir khas Jepara menjadi kekayaan intelektual yang masuk dalam catatan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

 

"Seni ukir dari Jepara merupakan bukti kekayaan warisan leluhur bangsa, sehingga kami berupaya mendapatkan WBTB UNESCO, selain pula terus mengenalkan karya ukir Jepara ke seluruh penjuru dunia," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo.

 

Untuk memperjuangkannya itu, kata dia, pihaknya juga meminta bantuan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dengan mengunjungi pada Selasa (25/3).

 

Dalam pertemuan itu, turut hadir Prof. Ismunandar, mantan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga RI yang nantinya turut membantu memperjuangkan seni ukir Jepara menjadi WBTB yang tercatat di UNESCO.

 

Pada tahun 2017, kata dia, Negara Bosnia dan Herzegovina memang lebih dulu mencatatkan WBTB karya ukir di negara tersebut, yakni Konjic woodcarving ke UNESCO.

 

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah siapkan opsi dalam mengajukan seni ukir ke UNESCO

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026