Gorontalo (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo optimistis pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Perputaran uang dari ribuan peserta yang hadir pada agenda nasional ini, diharapkan mampu berjalan cepat dan dinikmati rakyat," kata Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira di Gorontalo, Kamis.
Menurutnya kehadiran puluhan ribu peserta PENAS akan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, terutama di sektor jasa seperti layanan pemondokan, konsumsi dan kebutuhan harian lainnya.
“Kedatangan para peserta yang puluhan ribu ini, pasti manfaatnya banyak. Ekonomi daerah Insya Allah akan tumbuh karena pusat kegiatan PENAS ada di kabupaten ini,” katanya.
Ia mengatakan setiap peserta diperkirakan mengeluarkan biaya belanja sekitar Rp160 ribu per hari, sehingga potensi perputaran uang selama kegiatan berlangsung akan cukup besar dan dirasakan langsung masyarakat.
“Kalau ada 30 ribuan peserta, tentu perputaran uang di masyarakat akan besar, dan dampaknya pasti dinikmati rakyat daerah ini," katanya.
Berdasarkan data panitia, hingga saat ini jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai sekitar 16 ribu hingga 18 ribu orang, sementara rumah warga yang siap digunakan sebagai pemondokan tercatat sebanyak 5.233 unit.
Selain dampak ekonomi, DPRD Kabupaten Gorontalo juga memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PENAS, melalui rapat koordinasi bersama panitia pelaksana dan unsur pengamanan.
Menurut Ketua DPRD, pihak kepolisian telah memaparkan kesiapan pengamanan, sementara DPRD akan kembali menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan panitia provinsi, panitia kabupaten, serta unsur TNI untuk memastikan seluruh kebutuhan di lapangan dapat terpenuhi.
Ia berharap kegiatan PENAS XVII 2026 tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.