Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, meminta agar guru tidak kalah dari teknologi AI.
Hal itu dikatakan Gusnar di Gorontalo, Senin, pada peringatan Hardiknas oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, di halaman Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kota Gorontalo.
Ia meminta momentum Hardiknas menjadi refleksi bagi para guru, mengingat tantangan guru saat ini semakin besar dengan lahirnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kepada para pendidik, para guru, saya ingatkan untuk tidak kalah cerdas dengan AI. Saya ulangi lagi, para guru, para pendidik tidak bisa kalah cerdas dari AI,” kata Gusnar.
Menurutnya, teknologi hanya alat membantu memudahkan urusan manusia, sebab pada akhirnya kecerdasan diri sendiri sebagai manusia yang akan menjadi penentu baik buruknya setiap keputusan yang diambil.
“Jadi ini hati-hati, jangan ditanya, ini sumber dari mana? artificial intelligence Pak. Maaf, kita semua adalah manusia yang cerdas dan saya tantang, mari terus belajar untuk jangan kalah dengan AI,” kata Gusnar.
Selain penggunaan AI, Gubernur juga menyoroti tentang kebersihan sekolah yang dimulai dari toilet, termasuk perundungan siswa di lingkungan sekolah juga diminta menjadi tanggungjawab kepala sekolah dan guru.
Momen peringatan Hardiknas tahun 2026 tersebut, Gubernur Gusnar didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), membuka sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun pelajaran 2026/2027 tingkat SMA/sekolah menengah kejuruan (SMK)/sekolah luar biasa (SLB).
SPMB akan berlangsung mulai hari ini hingga 10 Juni 2026. Kelulusan akan diumumkan pada 25 Juni 2026.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026