Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak seluruh masyarakat untuk aktif pada forum konsultasi publik dalam penyusunan Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Edisi 2026.

"Melalui konsultasi publik ini, kami mengundang berbagai pihak untuk memberikan masukan agar dokumen ini semakin kuat, terukur, dan berdampak," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dirjen Fauzan menyebut Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Edisi 2026 disusun untuk memperkuat keterhubungan antara arah transformasi nasional jangka panjang dan agenda implementasi riset serta inovasi dalam jangka pendek dan menengah.

Ia menilai transformasi berbasis sains dan teknologi tidak dapat dilepaskan dari dimensi sosial, hukum, budaya, ekonomi, bisnis, pendidikan, seni, dan keagamaan.

 

"Karena itu, sosial humaniora memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap agenda riset dan inovasi dapat diimplementasikan secara tepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Fauzan menyebut bidang sosial humaniora menjadi bidang kunci dalam mendukung pengembangan industri strategis nasional. Penguatan riset dan inovasi di berbagai sektor tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga pemahaman tentang masyarakat, kebijakan, dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ditimbulkan.

Pendekatan ini penting agar agenda riset dan inovasi nasional dapat mendukung pembangunan secara menyeluruh, inklusif, dan berkelanjutan.

Diketahui, penyusunan dokumen melibatkan 279 anggota tim, yang terdiri atas 230 pakar dari perguruan tinggi, kementerian/lembaga, dan industri dengan beragam bidang kepakaran.

 

Keterlibatan multi pihak tersebut mencerminkan komitmen Kemdiktisaintek dan BRIN untuk memastikan arah riset dan inovasi nasional disusun secara inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan nyata pembangunan.

Kemdiktisaintek dan BRIN mengundang kementerian/lembaga, perguruan tinggi, industri, komunitas riset dan inovasi, mitra pembangunan, serta masyarakat luas untuk memberikan masukan terhadap dokumen tersebut.

Dokumen konsultasi publik dan tanggapan terhadap Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Edisi 2026 dapat disampaikan sampai dengan Minggu 17 Mei 2026 melalui risbang.kemdiktisaintek.go.id/konsultasi-publik.

Masukan dari para pemangku kepentingan dan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan dokumen ini agar mampu menjadi rujukan strategis yang kuat, terukur, adaptif, dan responsif, terhadap kebutuhan transformasi nasional berbasis sains, teknologi, dan inovasi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Konsultasi publik Peta Jalan Riset Nasional digelar hingga 17 Mei 2026

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026