Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta seluruh petugas haji agar memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah calon haji asal daerah itu.

Gusnar mengatakan hal tersebut usai mengukuhkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Gorontalo, di Gorontalo, Rabu.

PPIH Gorontalo musim haji 2026/1447 Hijriyah sebanyak 150 orang, terdiri dari 79 orang PPIH lintas sektor, 60 orang PPIH embarkasi, serta 11 orang PPIH kloter.

Gubernur Gusnar meminta petugas haji agar fokus, konsentrasi, dan penuh dedikasi melayani jamaah calon haji.

Menurut dia, kesuksesan pelayanan haji akan menjadi catatan penting bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk merealisasikan rencana Embarkasi Haji Gorontalo.

“Mari kita semakin kokohkan tugas-tugas kita tahun ini untuk menunjang pelaksanaan embarkasi haji yang Insya Allah akan terwujud beberapa tahun ke depan,” kata Gusnar.

 

Ia mengatakan ada beberapa catatan penting terkait pelaksanaan pelayanan haji.

Salah satunya soal kelengkapan administrasi calon haji mulai dari imigrasi, pengecekan bagasi, hingga keberangkatan ke Embarkasi Makassar dan lanjut ke Arab Saudi.

“Selamat bekerja dan Insya Allah semua lancar. Kerja keras itu tidak pernah mengkhianati hasil. Saya harap seluruh petugas haji dapat memegang prinsip itu dengan baik. Yakin dan percaya, ikhtiar diperlukan sembari berdoa semoga tugas kita semua lancar,” katanya.

Ia mengaku lega telah mengukuhkan PPIH EHA Gorontalo, didampingi Kakanwil Kemenhaj Mansur, Kakanwil Kemenag Kaswad, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan sejumlah pimpinan instansi terkait.

Gubernur Gusnar pun telah mengecek kesiapan hotel di asrama haji.

 

"Kamar sudah diberi nama dan foto calon haji. Setiap kamar akan diisi oleh tiga orang dengan fasilitas pendingin ruangan, kasur, dan toilet yang cukup baik," ujarnya.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur minta petugas haji Gorontalo fokus layani jamaah calon haji

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026