Jakarta (ANTARA) - Produsen kosmetik yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) berupaya menekan impor bahan baku dengan mendorong peningkatan produksi bahan baku di dalam negeri.
"Yang kita terus upayakan dengan pemerintah adalah bagaimana kita bisa mendorong bahan baku-bahan baku tersebut, yang tadinya kita impor, terutama yang berbahan baku banyak di Indonesia, jadi misalnya palm oil base, itu kita dorong supaya bisa diproduksi di Indonesia," kata Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan bahwa industri kosmetik membutuhkan pasokan stabil bahan baku yang berkualitas dan memenuhi standar dengan harga yang kompetitif.
Menurut dia, sampai sekarang sekitar 80 persen bahan baku kosmetik masih harus diimpor dan hanya sekitar 20 persen yang bisa dipenuhi oleh produsen di dalam negeri.
Sementara itu, CEO Martha Tilaar Kilala Tilaar mengatakan bahwa sekitar 85 persen bahan baku industri kosmetik masih harus diimpor.
Kondisi yang demikian membuat para pelaku industri kosmetik dalam negeri harus mengeluarkan biaya bahan baku lebih tinggi saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.
Kilala Tilaar mengatakan bahwa pelaku industri kosmetik juga sedang menghadapi peningkatan biaya pengemasan produk akibat kenaikan harga plastik serta kenaikan biaya operasional akibat peningkatan harga bahan bakar.
Perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memicu kenaikan harga bahan bakar minyak dan produk turunan minyak bumi seperti bahan baku plastik.
Kenaikan harga bahan baku dan biaya pengemasan serta biaya operasional, menurut Kilala Tilaar, kemungkinan akan mendorong produsen kosmetik untuk menaikkan harga produk setidaknya pada kuartal III dan IV 2026.
"Bisa tiga persen sampai 11 persen," katanya merujuk pada kisaran kenaikan harga produk kosmetik.
Meski menghadapi banyak tantangan, Sancoyo yakin industri kosmetik dalam negeri bisa tetap tumbuh tahun ini.
"Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset termasuk Statista nilai pasar kosmetik Indonesia pada tahun 2026 ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun ke depan lebih dari 5,5 persen," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Produsen kosmetik berupaya tekan impor bahan baku
Pewarta: Sinta AmbarwatiEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026