Gorontalo (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo membangun budaya siaga bencana bagi masyarakat Gorontalo Utara, melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo Andri Wijaya Bidang di Gorontalo, Kamis mengatakan kegiatan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan kelompok masyarakat. Tujuannya untuk membangun budaya siaga agar warga tidak lengah menghadapi potensi gempa dan tsunami di pesisir Gorontalo Utara.
"Kita semua wajib berperan dan semua perlu saling bergandengan tangan menghadapi ancaman potensi bencana alam tersebut," kata Andri.
Pihaknya berharap keterlibatan seluruh pihak dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami.
Andri mengatakan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini merupakan bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat atau community resilience.
"Kita tidak bisa memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi, namun kita bisa mempersiapkan diri," katanya.
Di sekolah lapang ini, peserta diajarkan cara membaca informasi dari BMKG secara cepat dan tepat, hingga langkah-langkah evakuasi mandiri yang harus dilakukan.
"Kami berharap informasi ini tidak berhenti di peserta saja, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan dapat terbentuk secara kolektif," katanya.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi.
Kegaiatan itu juga dihadiri Kepala Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo Cucu Kusmayancu, Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara Fatma Ngabito, serta para pejabat BMKG di tingkat pusat secara daring, di antaranya Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama.
Sementara peserta sekolah lapang tersebut terdiri dari unsur pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI dan Polri, media massa, serta kelompok-kelompok masyarakat setempat.
Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemkab Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi mengatakan pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar BMKG tersebut.
"Saya hadir mewakili Bupati untuk membuka langsung kegiatan sekolah lapang ini. Pemerintah daerah menyambut baik karena kita tahu bersama bahwa Gorontalo Utara memiliki garis pantai yang sangat panjang, kurang lebih 317 kilometer, yang tentunya memiliki potensi kerawanan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami," kata Wahab.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus dan seluruh jajaran BMKG yang telah menggelar kegiatan penting tersebut.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026