Labuan Bajo, NTT (ANTARA) - Kementerian Sosial menyiapkan skema transisi penyediaan makan bergizi bagi siswa Sekolah Rakyat dari sistem jasa boga (catering) menjadi dapur mandiri di setiap sekolah.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, NTT, Kamis, mengatakan, selama ini Sekolah Rakyat rintisan masih menerapkan sistem catering namun nanti setiap Sekolah Rakyat permanen akan memiliki dapur mandiri yang beroperasi untuk menyediakan makanan bagi para murid.
"Kedepan begitu tahun ajaran baru sudah dimulai, kita harus masak menggunakan dapur-dapur yang sudah ada di Sekolah Rakyat," kata Agus dalam rapat membahas mengenai monitoring dan evaluasi kinerja tenaga kependidikan juru masak dan disiplin ASN Sekolah Rakyat itu.
Dia menjelaskan, regulasi untuk skema transisi sedang disusun melibatkan tim internal Kementerian Sosial dengan para mitra strategis termasuk kementerian dan lembaga terkait, agar proses persiapan itu dilakukan secara matang dan hati-hati.
Kementerian Sosial melaporkan bahwa penyediaan peralatan masak dan merekrut juru masak untuk dapur mandiri dari 101 Sekolah Rakyat permanen juga termasuk dalam proses persiapan tersebut.
"Ini penting, jadi rekomendasinya yang perlu kita persiapkan adalah identifikasi. Identifikasi sekolah-sekolah rakyat yang sekarang ini sudah menerima peralatan dan sudah rekrutmen juru masak," ujarnya.
Menurut Agus, layanan permakanan ini berkaitan langsung dengan kesehatan para peserta didik di Sekolah Rakyat. Oleh karena itu tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas, keamanan dan integritas dalam penyediaan makanan bagi murid-murid.
"Jadi yang sangat penting masalah gizi sama keamanan makanan itu. Proses pengolahan yang higienis, aman dan kesesuaian dengan prinsip gizi seimbang," kata dia menegaskan.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.