Gorontalo (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama program SKALA menggelar diseminasi Peraturan Daerah (Perda) Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kota Gorontalo, untuk memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di daerah itu.
Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan dan Anak BAPPENAS RI Qurrota A’yun di Gorontalo, Sabtu mengatakan pihaknya ingin memastikan bahwa pembangunan kesetaraan gender dan inklusi sosial ini memang benar-benar bisa dilaksanakan.
"Ini sudah menjadi mandat dari Bapak Presiden, ada di dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)," katanya.
Qurrota mengatakan komitmen tersebut tertuang dalam prioritas nasional keempat mengenai pembangunan manusia, khususnya terkait penguatan peran perempuan serta penyandang disabilitas agar Perda di daerah berjalan efektif.
"Konsentrasi kita adalah pada pencapaian target-target pembangunan tentunya karena di dalam RPJMN, sudah ada indikator-indikator prioritas nya, sudah ada target-target pembangunan. Ini yang harus terus kita pastikan bisa dicapai," katanya.
Sementara itu GEDSI Lead Program SKALA Gorontalo Lisa Humairah mengayakan SKALA merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia untuk memperkuat pencapaian layanan dasar, termasuk di Provinsi Gorontalo.
"Kita memang mendorong pengarusutamaan gender sebagai strategi untuk mencapai pembangunan yang berkesetaraan" kata Lisa.
Menurutnya intervensi pada dokumen perencanaan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sangat krusial untuk memastikan agenda pembangunan menyasar kelompok rentan dan menangani masalah kesehatan ibu dan anak.
"Kalau kita percaya bahwa laki-laki dan perempuan itu sama-sama bisa berkontribusi secara besar terhadap ekonomi, jadi ekosistem ini harus dibangun. Nah, SKALA hadir untuk kita bisa memberi dukungan," katanya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.