Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan daerah wajib menangkap peluang dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan, setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto, di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Leato Selatan, Kota Gorontalo.
"Kita patut bersyukur kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo membawa berkah tersendiri. Peninjauan Presiden di KNMP Leato Selatan, Kota Gorontalo, membuka kesempatan bagi pemerintah provinsi membangun sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," kata Gusnar.
Gusnar di Gorontalo, Minggu, menyebutkan berkah yang dimaksud yakni Menteri KKP menyetujui 62 lokasi baru pembangunan KNMP untuk ditindaklanjuti.
Anggaran pembangunannya tidak main-main, yaitu ditaksir sekitar Rp1,24 triliun yang akan menyulap desa-desa nelayan di Gorontalo menjadi mandiri dan modern.
Menurutnya, keberhasilan mendatangkan Presiden Prabowo dan mengamankan anggaran fantastis tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat.
"Setelah Gorontalo sukses memperoleh anggaran raksasa untuk proyek hilirisasi ternak, kita berhasil meyakinkan Menteri KKP terkait keselarasan program unggulan agro maritim dengan proyek nasional KNMP. Apalagi Menteri KKP berkomitmen terus melanjutkan pembangunan KNMP di Gorontalo," katanya.
"Apresiasi pemerintah pusat tersebut atas kerja keras kita semua," kata Gusnar pula.
Program agro maritim bukan hanya tentang menanam atau menangkap ikan, tapi tentang membangun ekonomi pesisir berbasis ekosistem.
Gusnar pun telah menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk segera berkoordinasi lanjut dengan kabupaten/kota, dalam mempersiapkan dan melengkapi administrasi, termasuk menyiapkan lokasi serta segera membawa kelengkapan berkas untuk ditindaklanjuti oleh KKP.
“Ini adalah kesempatan emas yang akan kita jemput sama-sama, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Saya mengajak mari kita bergandengan tangan memanfaatkan sebaik-baiknya anggaran besar ini untuk kepentingan nelayan,” kata Gusnar.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.