Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengoptimalkan keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai pusat pengembangan dan pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Gorontalo, Senin mengatakan keberadaan PLUT harus dioptimalkan karena tidak semua daerah memiliki fasilitas tersebut.

Ia mengatakan PLUT di Kabupaten Gorontalo tetap difungsikan sebagai tempat inkubasi dan pusat berkumpulnya pelaku UMKM, berbeda dengan beberapa daerah lain yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk fungsi perkantoran.

Menurutnya, pemerintah daerah konsisten mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program, termasuk pelaksanaan kurasi produk bersama Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.

“Alhamdulillah sudah banyak UMKM kita hasil kurasi masuk di pasar-pasar ritel modern,” katanya.

Pemerintah daerah juga tengah membangun pusat oleh-oleh dan suvenir khas Gorontalo di area depan gedung PLUT, untuk mendukung pemasaran produk UMKM lokal.

Selain itu Pemkab Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, khusus untuk mendukung pengembangan UMKM. Anggaran tersebut dikawal oleh 12 organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam mendukung penguatan kelembagaan, pemerintah melengkapi PLUT dengan tenaga pendamping untuk membantu pelaku usaha dalam berbagai aspek usaha.

Sofyan mengatakan pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo masih menghadapi sejumlah persoalan, di antaranya legalitas usaha, penguatan sumber daya manusia (SDM), standarisasi produk, pembiayaan hingga promosi dan pemasaran.

“UMKM biasanya lemah di legalitas, seperti kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi lainnya. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan agar mereka tidak hanya fokus memproduksi, tetapi juga memahami kebutuhan usaha lainnya,” katanya.

Di bidang pembiayaan, pemerintah daerah menggandeng perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia dan Bank SulutGo (BSG) guna mempermudah akses modal bagi pelaku UMKM.

BSG telah menjalankan program pembiayaan “Perempuan Hebat” dengan plafon pinjaman di bawah Rp10 juta tanpa agunan.

Pemerintah daerah berharap tenaga pendamping dan konsultan layanan usaha terpadu, dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas usaha dan daya saing produk.

Pengembangan UMKM juga telah dimasukkan sebagai salah satu kegiatan inti dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gorontalo Tahun 2025-2030, guna memperkuat perekonomian masyarakat.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026