Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gorontalo melakukan pemeriksaan kesehatan (skrining) kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mencegah penyakit menular.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison di Gorontalo, Senin mengatakan hal itu merupakan salah satu bagian dari upaya jajaran Lapas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terpadu bagi para warga binaan.

"Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal di lingkungan pemasyarakatan," kata Junaidi.

Penyelenggaraan layanan kesehatan merupakan hak dasar setiap individu untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang sedang menjalani masa tahanan pidana di lingkungan Lapas.

Sebanyak 300 WBP menjalani pemeriksaan dalam kegiatan rutin yang difokuskan pada deteksi dini penyakit menular, serta pemeriksaan kondisi kesehatan jiwa.

Tercatat sebanyak 200 WBP menjalani pemeriksaan HIV/Aids, sifilis dan hepatitis, sementara 50 orang dilakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan, serta 50 orang lainnya menjalani pemeriksaan Tubercolosis (TBC).

"Upaya tersebut harus dilakukan sebagai tindakan dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit menular di dalam blok hunian," ujarnya.

Pelaksanaan skrining juga diharapkan bisa mendeteksi dini segala kemungkinan adanya penyakit, sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

Pada pelaksanaan skrining, Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Gorontalo melibatkan tim dari Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, yang juga menjalankan tahapan pemeriksaan secara profesional sesuai standar prosedur kesehatan yang berlaku.

Ia mengatakan kerja sama antara Lapas dan Dinas Kesehatan melalui bidang pelayanan kesehatan tersebut, sudah lama dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Sinergi antara Lapas dan pemerintah daerah, diharapkan terus terjalin dalam rangka menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif bagi para warga binaan," imbuhnya.

 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026