Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo, Provinsi Gorontalo memfasilitasi ujian kesetaraan Paket A dan B, bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison di Gorontalo, Senin mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan di dalam lingkungan Lapas.

"Program ini merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) setiap warga binaan," kata Junaidi.

Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara, termasuk WBP dimana melalui program ini diharapkan setiap warga binaan bisa memiliki bekal ilmu pengetahuan ketika kembali di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa pembinaan pendidikan seperti ini, telah menjadi terobosan yang terus dilaksanakan dan merupakan perhatian utama jajarannya sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.

"Hal tersebut bertujuan agar WBP memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti," katanya.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Gorontalo Untung Zakaria mengatakan secara teknis, ujian tersebut berlangsung selama tiga hari layaknya ujian pada umumnya dan dilaksanakan di ruang pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Mengajar  (PKBM) Pengayoman.

Sebanyak 13 orang WBP mengikuti ujian Paket A setara Sekolah Dasar (SD), sementara enam orang lainnya mengikuti ujian Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia mengatakan kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian WBP di bidang pendidikan dan diharapkan melalui PKBM Pengayoman, Lapas berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kemampuan akademik.

"Besar harapan kami, setiap warga binaan  memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademik, selama menjalani masa pemasyarakatan," imbuhnya.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026