Gorontalo (ANTARA) - Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat melalui pelaksanaan lomba bertutur bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat kabupaten tahun 2026.

Bupati Sofyan di Gorontalo, Selasa, mengatakan lomba bertutur menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan minat baca, sekaligus melestarikan tradisi lisan daerah.

“Lomba bertutur ini merupakan salah satu agenda strategis dalam upaya bersama untuk menumbuhkan dan membudayakan kegemaran membaca, sekaligus merawat serta melestarikan warisan peradaban bangsa,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Gorontalo memiliki kekayaan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun melalui tangida, tuja’i, luhuto, tinilo, tanggomo, hingga pala-pala.

Tradisi lisan tersebut menjadi sarana penyampaian pesan budaya, ajaran agama, dan sejarah kepada generasi penerus.

Melalui lomba bertutur, kata dia, pemerintah daerah tidak hanya melatih kemampuan tampil anak-anak di atas panggung, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi lisan sebagai media pembentukan karakter.

“Identitas dan jati diri lokal harus tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi,” kata Bupati Sofyan.

Ia mengatakan keberhasilan pembangunan literasi daerah dapat diukur melalui Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Ia menilai lomba bertutur menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kedua indikator tersebut karena mendorong anak-anak semakin dekat dengan buku sebagai sumber materi tuturan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo berharap budaya membaca terus tumbuh sehingga mampu menciptakan masyarakat yang terliterasi, cerdas, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Bupati Sofyan juga mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo sebagai pelaksana kegiatan dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gorontalo dalam menyukseskan lomba bertutur tingkat kabupaten tersebut.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026