Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI bersama Korea Selatan dan Global Green Growth Institute (GGGI) meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for Methane Mitigation (AKCMM) di Jakarta, untuk memperkuat komitmen aksi iklim.
"Kita baru melakukan launching acara ini dan ini bagus sekali karena usaha keras bersama terutama di ASEAN. Sekarang ada di Indonesia untuk mengurangi reduksi gas metan yang bisa merusak ozon itu 28-30 kali lebih besar ketimbang karbondioksida," kata Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di Jakarta, Kamis.
Jumhur Hidayat mengatakan bahwa penanganan sampah organik menjadi prioritas dalam target iklim nasional.
Dengan komposisi sampah di TPA yang mencapai 63 persen material organik, pihaknya memperkirakan potensi emisi metana Indonesia bisa mencapai 21 juta ton CO₂e.
"Pengelolaan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan pilar krusial dalam aksi iklim kita. Melalui proyek AKCMM ini, Indonesia berkomitmen untuk menghubungkan solusi praktis di lapangan dengan target penurunan emisi metana yang ambisius. Kami mengapresiasi dukungan Korea dan ASEAN dalam memperkuat sistem manajemen limbah yang lebih hijau dan berkelanjutan," kata Jumhur Hidayat.
AKCMM merupakan program kerja sama tiga tahun senilai 20 juta dolar AS di bawah Partnership for ASEAN-ROK Methane Action (PARMA) yang didukung Korea Selatan melalui ASEAN-Korea Cooperation Fund (AKCF).
Indonesia tercatat menjadi negara ASEAN ketiga yang mengimplementasikan program ini setelah Malaysia dan Filipina.
Sementara itu, Duta Besar Misi Republik Korea (Korsel) untuk ASEAN Lee Chul mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk solidaritas regional dalam mengerem laju pemanasan global.
Menurutnya, mitigasi metana adalah intervensi paling efektif untuk memberikan dampak jangka pendek bagi iklim dunia.
"Republik Korea bangga dapat bermitra dengan Indonesia dan ASEAN melalui AKCF. Mitigasi metana adalah salah satu upaya strategis untuk memperlambat pemanasan global. Proyek AKCMM mencerminkan solidaritas Korea-ASEAN dalam menghadapi krisis iklim global melalui dukungan teknis dan finansial yang konkret bagi negara-negara anggota," tutur Lee Chul.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI-Korsel-GGGI luncurkan proyek AKCMM perkuat komitmen aksi iklim
Pewarta: Anita Permata DewiEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.