Gorontalo (ANTARA) - Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kuliah pakar bertema “Periode Spanyol di Utara Nusantara: Ekspansi, Aliansi, Kolonisasi” di aula kampus tersebut, Kamis.
Kuliah tersebut mengulas sejarah aliansi Kerajaan Siau dan Spanyol di kawasan Laut Sulawesi periode 1581–1677.
Dekan FIS UNG Zuchri Abdussamad mengatakan memori kolektif terkait sejarah kawasan utara Sulawesi perlu terus dirawat, sebagai bagian dari identitas regional masyarakat.
“Masyarakat bisa lupa, tetapi sejarah tidak bisa lupa, sehingga momentum ini kita gunakan untuk melebarkan pokok pikiran terkait sejarah tersebut,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi momentum akademik untuk merayakan capaian Program Studi Pendidikan Sejarah UNG, yang berhasil meraih Akreditasi Unggul pada awal 2026 setelah penantian selama 24 tahun.
Menurut dia, pencapaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan atmosfer akademik melalui diskusi dan kajian sejarah bersama para pakar.
“Kami menggunakan momen ini untuk mengundang para pakar sejarah agar sama-sama berdiskusi dalam rangka pengembangan portofolio dan kajian historis kita,” kata Zuchri.
FIS UNG juga berencana membentuk tim khusus untuk menyusun proposal penelitian terkait kearifan lokal dan budaya musik, sebagai bagian dari pengembangan portofolio akademik fakultas.
“Kami akan menangkap peluang ini dengan membentuk tim untuk mengkaji nasihat orang tua melalui budaya musik sebagai bagian dari portofolio akademik fakultas,” katanya.
Kuliah pakar tersebut menghadirkan sejarawan dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate, Nurachman Iriyanto sebagai narasumber utama.
Nurachman mengatakan relasi sejarah masa lalu dapat menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“Betapa relasi sejarah di masa lalu itu adalah inspirasi bagi kita di masa yang akan datang, untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan aliansi strategis antara Kerajaan Siau dan Spanyol meninggalkan warisan budaya, yang pengaruhnya meluas hingga ke Gorontalo melalui proses asimilasi.
Menurut dia, jejak pengaruh tersebut dapat ditemukan pada perkembangan awal kepercayaan Katolik, kosakata dalam bahasa sehari-hari, hingga ragam kuliner tradisional yang diwariskan sejak berabad-abad lalu.
Nurachman juga menilai hubungan antara Spanyol dan kerajaan-kerajaan lokal di utara Sulawesi pada masa itu, lebih banyak berlangsung melalui pendekatan diplomatis dibandingkan kekerasan.
Ia berharap mahasiswa terdorong untuk melakukan riset sejarah secara lebih mendalam dengan memanfaatkan sumber-sumber arsip Eropa.
“Mahasiswa diharapkan membuka diri terhadap informasi yang ada dan terinspirasi untuk memperdalam kajian sumber-sumber Eropa,” kata Nurachman.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.