Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menggelar pasar murah bersubsidi di Taman Kota Gorontalo untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa.
Kepala Dinas Perindag Kota Gorontalo Haryono Surono di Gorontalo, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan khusus bagi warga berdomisili di Kota Gorontalo dengan memprioritaskan masyarakat menengah ke bawah yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.
“Yang kita laksanakan hari ini adalah kegiatan pasar murah bersubsidi menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Untuk kegiatan kali ini, kita menyediakan 1.000 paket sembako untuk masyarakat Kota Gorontalo,” kata Haryono saat membuka kegiatan itu.
Ia menjelaskan, setiap paket sembako berisi enam komoditas kebutuhan pokok yakni 5 kilogram beras, 0,25 kilogram cabai rawit, 0,25 kilogram bawang merah, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, dan 10 butir telur ayam ras.
Menurut dia, harga asli satu paket sembako tersebut mencapai Rp200 ribu, namun disubsidi pemerintah daerah sebesar 50 persen sehingga masyarakat hanya membayar Rp100 ribu per paket.
“Nah, untuk harga satu paket itu Rp200 ribu. Jadi Pemerintah Kota Gorontalo menyubsidi sebesar 50 persen. Jadi dari harga Rp200 ribu, masyarakat cukup membayar Rp100 ribu,” ujar dia.
Haryono mengatakan langkah intervensi itu dilakukan menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, terutama cabai rawit yang naik dari kisaran Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram menjelang Iduladha.
Selain menyediakan bahan pokok murah, Pemerintah Kota Gorontalo juga bekerja sama dengan Bank BTN Gorontalo untuk mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah melalui penggunaan sistem pembayaran QRIS.
Warga yang melakukan transaksi menggunakan QRIS Bank BTN memperoleh tambahan cashback sebesar Rp15 ribu sehingga cukup membayar Rp85 ribu untuk satu paket sembako.
“Tujuan kegiatan pasar murah bersubsidi ini pertama untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran, kemudian menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Iduladha, dan mendorong digitalisasi keuangan lewat penggunaan aplikasi QRIS Bank BTN,” kata Haryono.
Program tersebut disambut antusias warga. Salah seorang pembeli asal Kelurahan Potanga, Arwin Yahya, mengaku terbantu dengan harga paket sembako yang lebih murah dibandingkan harga di pasar.
“Alhamdulillah terbantu sekali untuk masyarakat, utamanya yang ekonominya di bawah garis kemiskinan. Kalau dibandingkan dengan harga pasar, tentu ini lebih murah,” kata Arwin.
Ia berharap kegiatan pasar murah dapat dilaksanakan lebih rutin agar membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pangan.
Hal serupa disampaikan Sri Wahyuni, warga lainnya yang mengetahui informasi pasar murah melalui pengumuman di kantor kelurahan.
“Dengan adanya pasar murah ini jadi lebih ringan untuk belanja kebutuhan rumah tangga. Harapannya ke depan kegiatan seperti ini lebih sering diadakan,” kata Sri.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.