Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, segera merelokasi warga yang bermukim di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga di Desa Didingga, Kecamatan Biau.

 

"KAT Didingga ada di Dusun Buade, Desa Didingga yang dihuni oleh 54 Kepala Keluarga (KK)," kata Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, di Gorontalo, Rabu.

 

Lokasi permukiman dilewati Daerah Aliran Sungai (DAS), serta terdapat tanggul pengaman sepanjang 30 meter, namun hujan deras yang melanda Kecamatan Biau pada Selasa (26/5), mengakibatkan tanggul jebol sehingga air sungai meluap hingga ke permukiman dan jalan utama lintas Sulawesi di wilayah tersebut.

 

Kondisi itu, kata Thariq, membuat sungai membentuk aliran baru di belakang permukiman.

 

"Jika sebelumnya sungai ada di samping permukiman KAT, kini membentuk jalur baru tepat di belakangnya, sehingga nampak kini terdapat dua sungai," katanya.

 

Thariq mengatakan tahun anggaran 2025, pemerintah daerah berhasil mengajukan permohonan revitalisasi sungai pascabanjir dari pihak Balai Sungai Wilayah II Sulawesi.

 

Saat itu revitalisasi sungai ini langsung dikerjakan dengan meluruskan aliran untuk mencegah luapan air yang menyebabkan banjir.

 

"Sayangnya saat ini tanggul sungai jebol lagi dan mengakibatkan banjir bandang. Kondisi ini tentu sangat mengancam keselamatan warga, sehingga permukiman KAT harus segera dikosongkan karena curah hujan tinggi berpotensial sungai meluap lagi," kata Thariq.

 

Ia telah menginstruksikan seluruh penghuni khususnya perempuan dan anak-anak untuk segera meninggalkan permukiman dan mengungsi ke tempat lebih aman.

 

Permukiman, kata dia, dipastikan telah kosong selain laki-laki yang mengamankan harta benda, serta memastikan tempat pengungsian yang aman.

 

Kondisi tanggul jebol juga dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait dalam upaya penanggulangan pascabanjir.

 

Banjir bandang melanda lima desa di Kecamatan Biau pada Selasa (26/5) pukul 15.00 WITA, serta masih merendam Desa Didingga. Namun, banjir di Desa Huluto, Omuto, Bualo dan Biau telah surut.

 

Warga terdampak di desa-desa tersebut mulai membersihkan material lumpur yang masuk hingga ke dalam rumah.

 

Banjir terparah merendam permukiman KAT Desa Didingga dengan ketinggian air mencapai jendela rumah dan berarus deras.

 

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, namun tiga unit rumah roboh, satu unit rumah hanyut, dan 30 unit rumah mengalami kerusakan.

 

Pemerintah daerah telah membangun dapur umum meminjam bangunan dan fasilitas dapur MBG.

 

"Kami meminjam dapur MBG, namun seluruh bahan disiapkan pemerintah daerah untuk mempercepat penyajian dan distribusi makanan bagi 3.500 warga terdampak banjir tersebar di lima desa tersebut," kata Thariq.

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu turun langsung memboyong BPBD, Dinas Sosial, dan organisasi perangkat daerah lainnya dalam upaya percepatan penanggulangan kedaruratan banjir bandang di Kecamatan Biau pada Selasa (26/5/2026). Banjir masih merendam sebagian wilayah seperti di permukiman KAT Didingga, pada Rabu (27/5/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Gorontalo Utara


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Gorontalo Utara segera relokasi warga KAT Didingga

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026