Gorontalo (ANTARA) - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Fitri Yusup Husain mendistribusikan makanan siap saji ke wilayah terdampak banjir di Kecamatan Biau.
Fitri di Gorontalo, Jumat, memboyong tim dari pusat ibu kota kabupaten di Kecamatan Kwandang, dengan jarak tempuh empat jam menuju wilayah barat kabupaten tersebut, untuk memimpin langsung proses distribusi bantuan makanan siap saji serta bantuan logistik lainnya, bagi warga terdampak bencana banjir di lima desa di Kecamatan Biau.
"Bantuan makanan siap saji sudah kami masak dari Kecamatan Kwandang untuk memudahkan pendistribusian, kemudian diangkut dengan kendaraan atau mobil menuju Kecamatan Biau," kata Fitri.
Ia mengaku sangat mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah dalam melakukan penanganan banjir, sehingga tergerak melakukan hal yang sama dalam mendistribusikan bantuan.
"Gerak cepat pemerintah daerah khususnya pak bupati Thariq Modanggu patut diapresiasi. Pascabanjir sejak Rabu (27/5) dini hari beliau sudah ada di Kecamatan Biau, tidak hanya shalat Idul Adha bahkan hingga hari ini masih berada di lokasi, menerima bantuan yang kami serahkan. DPRD tentu mengapresiasi langkah ini," kata Fitri.
Menurutnya, langkah pemerintah daerah sudah tepat, sebab percepatan penanggulangan bencana banjir tersebut sangat penting dalam membantu masyarakat, juga memberi solusi terhadap bencana yang dialami agar tidak berkepanjangan apalagi berulang.
Hal ini diperlukan kata Fitri, mengingat saat tidak hujan pun di desa-desa terdampak itu, banjir masih tetap terjadi jika hujan deras melanda wilayah hulu (perbukitan), akibat luapan air kiriman yang memenuhi daerah aliran sungai, ditambah jebol nya tanggul Didingga sepanjang 30 meter.
DPRD tentu memberi dukungan penuh terhadap upaya atau langkah-langkah cepat pemerintah daerah dalam melakukan penanganan, baik berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun penetapan status tanggap darurat.
"Hari ini kami menyerahkan bantuan untuk Kecamatan Biau dan semoga dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami musibah," kata Fitri.
Banjir bandang menerjang lima desa di kecamatan tersebut pada Selasa (26/5) sekitar pukul 15.00 WITA hingga 17.50 WITA.
Desa-desa terdampak yaitu Desa Huluto, Omuto, Biau, Bualo dan Didingga, dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.500 jiwa. Terparah banjir berarus deras menerjang pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga.
Sebanyak 54 rumah terendam banjir di KAT Didingga, dengan ketinggian air hingga jendela rumah. Tiga rumah roboh, satu rumah hanyut dan 30 rumah rusak total.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026