PBB (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak semua pihak dalam konflik Ukraina agar menahan diri untuk tidak melakukan serangan terhadap infrastruktur vital, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq kepada RIA Novosti, Sabtu (30/5).
PBB menginginkan semua pihak menghindari serangan terhadap infrastruktur penting, katanya, mengomentari insiden drone terbaru di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye (ZNPP).
Sebelumnya pada hari itu, CEO Rosatom Alexey Likhachev mengatakan drone Ukraina menghantam gedung aula turbin Unit 6 ZNPP dan kemudian menyebabkan ledakan.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan kritis pada peralatan utama dalam insiden tersebut. Pihak PLTN mengatakan aula turbin berjarak sekitar belasan kaki dari aula reaktor.
Sebelumnya pada Kamis (28/5) Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebutkan bahwa konflik Ukraina terancam lepas kendali.
"Arah perang – eskalasi dan intensifikasi yang kita saksikan – berisiko lepas kendali," kata Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Ukraina.
Ia juga mencatat bahwa saat ini diperlukan deeskalasi, gencatan senjata, dan diplomasi lebih lanjut.
"Yang dibutuhkan saat ini adalah menciptakan kondisi untuk perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif - sesuai dengan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi PBB," kata Sekjen.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB desak pihak bertikai konflik Ukraina tak serang fasilitas vital
Pewarta: Asri Mayang SariEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026