Gorontalo (ANTARA) - Destinasi pariwisata olah raga paralayang di Puncak Dunu, Desa Dunu, Kecamatan Monano, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mulai menyedot dan meningkatkan kunjungan wisatawan di kabupaten tersebut.
"Alhamdulillah minat kunjungan wisata ke desa kami semakin meningkat. Ini berkat dibukanya fasilitas olah raga paralayang di Puncak Dunu," kata Sekretaris Desa Dunu, Kecamatan Monano Agusrian Ogu di Gorontalo, Minggu.
Menurutnya setiap libur akhir pekan, penyuka Paralayang datang memesan tempat di lokasi wisata olah raga tersebut.
Puncak Dunu ada di sebuah bukit yang dapat diakses dengan mudah di lintas Sulawesi menuju wilayah barat kabupaten ini.
Wahana paralayang dikelola langsung oleh pemerintah desa, kata Agusrian, didukung oleh Karang Taruna desa.
Pekan ini kata dia, ada 19 orang melakukan terbang tandem dan pekan depan sebanyak 50 orang sudah melakukan pemesanan secara langsung dari jasa perjalanan yang dipimpin kepala desa.
"Kami bersyukur pengelolaan destinasi wisata yang disajikan dengan fasilitas paralayang mendapat perhatian dari masyarakat wisatawan," kata Agusrian.
Penggiat pariwisata Gorontalo Yasin Ali mengatakan meningkatnya jumlah kunjungan pada open trip paralayang di puncak Dunu menandakan tren positif pada perkembangan pariwisata olah raga (sport tourism) di daerah itu.
"Destinasi wisata baru ini semakin diminati," kata Yasin.
Tentu paralayang menambah beragam atraksi olah raga yang akan mendukung pengembangan pariwisata Gorontalo, khususnya Gorontalo Utara.
Kita semua berharap paralayang di Dunu semakin dikenal luas, sehingga tidak hanya atlet nasional yang datang di lokasi ini, namun wisatawan pun semakin banyak.
Selain itu, kata Yasin, Puncak Dunu juga diminati sebagai lokasi kemah terbaik, sebab pengunjung dapat berkemah dan menikmati keindahan jejeran pulau yang terbentang dan dapat dilihat langsung dari puncak tersebut.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.