Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyebut produksi emas dari proyek tambang Pani Gold Project berpotensi menghasilkan sekitar 600 kilogram emas murni per bulan mulai semester kedua tahun 2026.
Potensi itu diharapkan dapat meningkatkan penerimaan daerah, melalui dana bagi hasil sektor pertambangan.
"Mulai Juli hingga Agustus nanti, berdasarkan informasi yang saya terima, Pani Gold akan mengirim sekitar satu ton dore bullion setiap bulan ke Antam," kata Gusnar
Ia menjelaskan dore bullion merupakan produk antara hasil pengolahan tambang yang masih harus dimurnikan sebelum menjadi emas murni.
Dari pengalaman pengiriman sebelumnya, kandungan emas dalam dore bullion yang dikirim ke fasilitas pemurnian milik Antam rata-rata mencapai sekitar 60 persen.
Menurut dia, saat ini sekitar 600 kilogram dore bullion telah dikirim melalui Bandara Djalaluddin Gorontalo menuju Antam.
Jika pengiriman meningkat menjadi satu ton per bulan, maka jumlah emas murni yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 600 kilogram.
Peningkatan produksi emas tersebut dinilai akan berdampak pada besaran royalti yang diterima pemerintah.
Royalti dari aktivitas pertambangan kemudian akan disalurkan ke daerah dalam bentuk dana bagi hasil, yang menjadi salah satu sumber pendapatan pemerintah daerah.
Gusnar mengatakan Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyiapkan skema pemanfaatan dana bagi hasil tersebut, untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
"Kalau dana bagi hasil itu masuk ke APBD, kami akan mengarahkan penggunaannya untuk pembangunan jalan dan jembatan yang masih menjadi prioritas di Gorontalo," ujarnya.
Ia menilai perbaikan konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur transportasi penting, untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Gusnar, keberadaan industri pertambangan di Gorontalo diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi pada peningkatan produksi mineral nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan daerah.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.