Moskow (ANTARA) - Spanyol tidak akan menerima aktivitas intervensi militer di negara-negara Amerika Latin, kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, dalam menanggapi potensi operasi militer AS terhadap Kuba.
Sebelumnya pada Mei, Kementerian Luar Negeri Kuba mengatakan bahwa negara itu akan membela diri jika terjadi serangan dari pihak luar.
"Kami tidak menerima intervensi militer di negara-negara Amerika Latin. Bagi kami, Amerika Latin jauh melampaui kebijakan luar negeri Spanyol," kata Albares dalam sebuah wawancara dengan Financial Times ketika ditanya apa yang akan dilakukan Spanyol jika terjadi operasi militer AS terhadap Kuba.
"Itu adalah negara-negara yang memiliki ikatan persaudaraan dengan kami. Kami tidak melihat mereka sebagai negara asing," lanjutnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, AS telah meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Kuba.
Secara khusus, pada Januari, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan tarif impor dari negara-negara pemasok minyak ke Kuba, dan menyatakan keadaan darurat nasional dengan alasan dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.
Langkah tersebut dinilai telah memperburuk kekurangan bahan bakar minyak sekaligus memengaruhi pembangkit listrik, transportasi, produksi pangan, perawatan kesehatan, dan pendidikan di Kuba.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Spanyol tolak intervensi militer terhadap negara-negara Amerika Latin
Pewarta: M Razi RahmanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.