Jakarta (ANTARA) - Pusat Riset Sumber Daya Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji pemanfaatan hidrogeokimia dalam eksplorasi mineral dan mitigasi geologi di Indonesia.

Hidrogeokimia adalah sebuah pendekatan geokimia untuk mengetahui asal muasal (genetik), karakter atau kualitas air atau sistem sumber daya perairan, dan pemanfaatanya.

Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN Iwan Setiawan dalam diskusi yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu, menyatakan riset hidrogeokimia untuk sumber daya alam berkelanjutan, berpotensi dapat memetakan kualitas dan lapisan air di permukaan sampai lapisan bawah tanah (akuifer).

"Selain itu, riset hidrogeokimia dapat menjadi bentuk mitigasi dan monitoring kelayakan ekosistem dan mitigasi menurunnya kesehatan lingkungan. Misal memahami asal muasal unsur dan air dalam ekosistem perairan," katanya.

Iwan menambahkan riset ini juga dapat dimanfaatkan untuk percepatan pemanfaatan panas bumi melalui pemahaman karakteristik sistem fluida panas bumi berpotensi untuk energi listrik atau pemanfaatan langsung panas bumi.

Ia menjelaskan aplikasi radon dalam penelitian ilmu kebumian juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Menurut Iwan, radon sebagai gas radioaktif alami dapat dimanfaatkan sebagai indikator dalam berbagai penelitian geologi, hidrogeologi, mitigasi bencana, hingga eksplorasi sumber daya alam.

"Riset mengenai aplikasi radon dapat berpotensi untuk eksplorasi panas bumi terutama memanfaatkan anomali konsentrasi gas radon tinggi, digunakan untuk pemetaan struktur geologi atau sistem rekahan yang berhubungan dengan sumber panas pada sistem panas bumi vulkanik dan non vulkanik," ujarnya.

Iwan menambahkan, riset juga dilakukan sebagai bentuk mitigasi bencana geologi dengan memanfaatkan anomali gas radon tinggi pada zona patahan aktif yang berkaitan dengan aktivitas gempa tektonik maupun vulkanik.

ia berharap adanya peningkatan kapasitas dan kolaborasi riset untuk mengembangkan teknologi instrumentasi dan pemantauan geokimia yang terintegrasi berbasis teknologi.

"Selain itu langkah strategis mitigasi bahaya geologi dengan memanfaatkan teknologi deteksi gas radon dan pemantauan air tanah secara real-time dapat menjadi pedoman pengambilan keputusan atau kebijakan pengembangan wilayah, dengan pemanfaatan hasil riset geokimia sebagai basis data dalam menyusun kebijakan tata ruang dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan," tutur Iwan Setiawan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN kaji hidrogeokimia untuk eksplorasi mineral dan mitigasi geologi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026